Kategori , , , , ,

Hormon Pertumbuhan (GH) Justru Meningkat Saat Puasa

Sudah hari ke-3 Ramadhan. Selamat menjalankan ibadah puasa, semuanya.

Well, hari ini saya akan melanjutkan pembahasan tentang beberapa hikmah puasa dengan penjelasan dari sudut pandang biologi.

Sekali lagi, kita-ummat Islam berpuasa hanya karena Puasa Ramadhan adalah perintah Allah SWT, namun demikian dengan mengetahui hikmah-hikmah puasa, semoga menambah semangat dan syukur kita atas karunia Allah SWT. aamiin

Hormon pertumbuhan justru meningkat saat puasa?! terdengar sedikit kontradiktif mungkin, tapi itulah yang terjadi. Subhanallah. Mungkin logika kita berpikir, hormon pertumbuhan tugasnya untuk memicu pertumbuhan, sedangkan pertumbuhan butuh asupan makanan, sehingga seharusnya hormon ini diproduksi ketika tubuh kita kemasukan asupan makanan yang banyak, kok ini malah meningkat disaat puasa?! hehe, disinilah yang menarik. 

Mari kita bahas dulu tentang hormon pertumbuhan, yuk simak penjelasan dari Nichole Marwick berikut ini:

Nah, sudah jelas kan apa itu hormon pertumbuhan  atau GH? 
GH atau HGH atau somatotrophin yaitu hormon yang disekresikan oleh sel somatotroph dalam kelenjar  pituitary di otak. Dalam tubuh, hormon ini berfungsi antara lain untuk menstimulasi reproduksi sel, merangsang sintesis protein, merangsang pertumbuhan tulang (terutama tulang pipa) dan meangsang pertumbuhan otot, memperbaiki kerusakan sel dan jaringan dsb. Singkatnya hormon ini PENTING untuk pertumbuhan dan perawatan sel/jaringan/organ kita. | ini mah pelajaran Biologi SMA, hehehe. 
Ok, lanjut...

Selain fungsi di atas, berikut beberapa fungsi GH secara spesifik:
  • Mengurangi pemakaian gula darah
  • Mengurangi pembentukan glikogen
  • Mingkatkan transfer asam amino kedalam sel dan sistesis protein
  • Meningkatkan pemecahan lemak dan penggunaanya
  • Meningkatkan sintesis colagen (mungkin ini yang membuat sebagian menyebut GH sebagai hormon awet muda :D )
  • Meningkatkan pertumbuhan kartilago (tulang rawan) 
  • Meningkatkan retensi nitrogen, sodium, potasium dan fosfor
  • Meningkatkan aliran ginjal
  • Melancarkan proses filtrasi (penyaringan darah oleh ginjal)
  • Meningkatan fungsi imunitas tubuh. |sumber|
Dengan fungsi-fungsi yang 'wah' di atas, pantaslah GH dianggap sebagai hormon yang sangat penting bagi tubuh kita. 


Pada tahun 1986 telah dilakukan riset yang meneliti sekresi HGH pada saat puasa. Mungkin penelitian inilah yang pertama kali membuktikan bahwa pada saat puasa akan terjadi peningkatan sekresi HGH.. Selanjutnya, seorang peneliti di  Leiden University Medical Center di Netherlands (Madelon Buijs) melaporkan bahwa level HGH akan meningkat secara signifikan dalam 13 jam setelah puasa. Penelitian lain yang dilakukan oleh  Hartman, et al. menunjukkan peningkatan HGH sebesar 500% setelah 24 jam puasa! |sumber|

G Y Ho et al. melaporkan dari hasil penelitiannya bahwa puasa terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan GH |sumber| . Dalam penjelasannya G Y Ho, menyebutkan bahwa sekresi berlipat dari GH merupakan respon atas kondisi lapar yang di alami tubuh. Sederhananya ketika tubuh lapar dan kita tidak makan (karena puasa) maka tubuh akan merespon dengan mensekresikan GH yang dapat memecah lemak sebagai sumber energi. Dalam kondisi tidak puasa, saat lapar kita makan, sehingga GH tidak diperlukan. Padahal selain memecah lemak GH memiliki sederet fungsi yang sangat baik bagi tubuh kita. 

Ini menarik, salah satu sunah yang diajarkan Rosullah adalah, "makanlah setelah lapar dan berhentilah sebelum kenyang". Konsep ini sangat relevan jika dikaitkan dengan sekresi GH. Mungkin ini salah satu penjelasan atas kesehatan fisik sang nabi. 

GH juga cukup populer di kalangan body builder, terapi puasa juga merupakan salah satu program para 'pecinta otot' ini. Dengan puasa, GH diskresi dan dengan demikian lemah dipecah dan protein dibentuk. 

So, hikmah puasa selain mengistirahatkan sel dan jaringan, memberi waktu untuk restorasi sel, JUGA sangat relevan untuk menaikkan GH - dengan segala manfaat yang dibawanya. 

Rujukan:
Nichole Marwick - https://youtu.be/A2eIEMfxtKM
Ryan Andrews - http://www.precisionnutrition.com/all-about-gh
Eka Sari - http://ekasariastuti.blogspot.com/2013/07/puasa-dan-hormon-pertumbuhan.html
Hartman et al. - http://press.endocrine.org/doi/abs/10.1210/jcem.74.4.1548337
G Y Ho et al. - http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC329619/?page=4

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: