Kategori , , , , , ,

Fisiologi Menangis

Siapa yang tidak pernah menangis, semuanya pernah. Anda juga pasti pernah, saya jamin. (:

Saat menangis, kita mengeluarkan air mata. Air mata merupakan bagian penting dari sistem pemeliharaan kesehatan mata kita. Saat air mata mengalir ketika kita menangis, saat itulah mata kita dibersihkan dari iritan yang mengganggu, termasuk bakteri dan virus yang berbahaya bagi kesehatan mata. So, secara biologis, menangis itu penting. Namun bukan itu inti dari apa yang akan saya bahas disini. Ini tentang sesuatu yang lebih dalam. 

Siapa sangka, walaupun manusia bukan satu-satunya organisme yang mampu menangis, namun ternyata kita satu-satunya mamalia yang menggunakan mekanisme menangis tidak hanya karena alasan biologis di atas, melainkan ada alasan lain, yaitu alasan emosional. Alasan yang lebih dalam, lebih ke-intinya. Manusia menangis karena sedih, sukacita, kehilangan, dan berbagai emosi lainnya. Hampir semua bentuk emosi kita diekspresikan dalam bentuk tangisan, ketika itu mencapai puncaknya. 

Kehilangan orang yang dicintai, menangis. Bertemu orang yang lama dirindukan, pula menangis. Sedih, kita menangis. Senangpun kadang menangis. Michael Trimble, professor di Institute of Neurology London mengemukakan bahwa manusia jaman dahulu menggunakan tangisan untuk berkomunikasi bahkan sebelum mereka mengenal bahasa. Rupanya bukan hanya nenek moyang kita yang berkomunikasi dengan menangis, kita pun masih sama. Tanya pada diri anda sendiri kalau tidak percaya, benar kan? Menangis merupakan ekspresi dari puncak pengalaman emosi yang mendalam. Mari kita sepakat tentang itu.

Namun saudaraku, ada satu tangisan yang memiliki nilai yang sangat luar biasa. Yaitu tangisan seorang hamba di hadapan Rabb-nya. Salah satu dari 7 golongan yang dijamin surga adalah golongan orang-orang yang berdzikir kepada Allah lalu menitikkan air mata (menangis), HR Bukhori. Berdzikir kepada Allah, mengharap Ridho Allah, mengharap ampunan dariNYA.

Menangis merupakan puncak pengalaman emosi yang mendalam (well, kita sudah sepakat ini di depan), maka ketika dikontekskan dengan hadis riwayat bukhori di atas, yang ada lagi-lagi kekaguman kita kepada Rasulullah. Rasulullah sadar betul bahwa tangisan merupakan puncak dari emosi, artinya ketika seorang hamba sampai menangis dalam dzikirnya, saat itulah kadar ketakwaannya tidak main-main. Dzikrullah menjadi puncak emosinya, sehingga wajar jika gologan ini menjadi salah satu golongan yang mendapatkan jaminan surga. Semoga kita termasuk di dalamnya. Aamiin.


*Sedikit cuplikan materi halaqah rutin kamis malam bersama adik-adik mahasiswa P. Biologi UNEJ. Semoga rahmat Allah selalu tercurah kepada kamu sekalian. 


Berikut ini adalah judul-judul artikel refleksi diri/renungan. Silahkan dibaca, semoga bisa menjadi pengingat diri dan juga pembaca sekalian. :)



Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: