Kategori , , , , , , , ,

Beberapa Sebab Utama Kelalaian


Iseng-iseng buka-buka file lama, menemukan catetan isian ulangan harian mata kuliah Agama Islam waktu Semester 1 S1 dulu, selain  pertanyaan tentang tradisi Ilmiah dalam Islam, Demokrasi dalam Islam, serta Fenomena Sekularisme, pertanyaan lainnya adalah tentang Penyebab Utama Kelalaian dalam Beragama. Berikut jawaban yang sempat saya tulis, saya bagi ke pembaca sekalian, walaupun pendek, semoga membawa manfaat. :)

Agama diturunkan dengan maksud agar menjadi pedoman bagi umat manusia dalam menjalani hidup. Begitu pula dengan agama Islam, dengan Al-Quran sebagai kitab sucinya. Sebagaimana disebutkan dalam Q.S Ali Imron: 138,
“(Al Quran) Ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”

Hal ini juga disebutkan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 2 dan 185 dan Q.S. Al Fusilat ayat 44. Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa al-Qur’an (lebih luas lagi agama Islam) merupakan petunjuk bagi umat manusia dalam menata hidup di duni`, agar selamat dunia dan akhirat.

Namun pada realitanya, umat manusia lalai dan ingkar terhadap nilai-nilai agama.
Hal ini dimungkinkan terjadi karena tiga sebab:

Ketidaktahuan umat manusia akan tujuan diturunkannya agama
Ketidaktahuan akan nilai-nilai agama merupakan penyebab yang mutlak, mana mungkin seseorang menjalankan perintah agama, sedangkan ia tidak tahu. Oleh sebab itu tugas kita harus memberi tahukannya, sebagaimana sabda Rosululloh “Sampaikanlah walau satu ayat”.

Adanya faktor lingkungan
Faktor lingkungan yang dimaksud adalah tekanan yang datang dari lingkungan, yang membuat seseorang lalai atau bahkan ingkar terhadap nilai-nilai Agama, walaupun ia tahu bahwa sesungguhnya ia salah. Misalnya; dilingkungannya ada tradisi memasang sesajen pada pohon besar setiap malam rabu, sebagai kepala suku ia tahu bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Agama Islam, namun ia tetap menjalankannya dengan alasan tradisi, atau bisa juga karena ada tekanan dari masyarakat sekitar atau keluarganya.
Benarlah apa yang dikatakan Rosulullah “Almar’u ‘ala dini shohibihi” (seseorang menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.”
Kecintaan kepada kehidupan dunia memang merupakan fitrah manusia, namun kita harus dapat mengaturnya sesuai dengan tuntunan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Ali Imran ayat 14;
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Di dalam Al-Qur;an telah dijelaskan tentang akan terjadinya fenomena seperti di atas, antara lain dalam Q.S. Maryam ayat 59;
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan,”itu dipengaruhi agama saudaranya)

Cinta dunia
Sangat banyak orang yang melalaikan agamanya karena faktor ini, yaitu cinta dunia. Dalam Q.S. Ibrahim ayat 3 disebutkan,
“(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.”
Kecintaan kepada kehidupan dunia memang merupakan fitrah manusia, namun kita harus dapat mengaturnya sesuai dengan tuntunan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Ali Imran ayat 14;
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Di dalam Al-Qur;an telah dijelaskan tentang akan terjadinya fenomena seperti di atas, antara lain dalam Q.S. Maryam ayat 59;
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan,”

Artikel Terkait:

  1. Tradisi Ilmiah dalam Islam
  2. Islam dan Demokrasi
  3. Awas Sekularisme
  4. Sebab Utama Kelalaian dalam Beragama 

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: