Kategori , , , , , ,

Awas Sekularisme




Iseng-iseng buka-buka file lama, menemukan catetan isian ulangan harian mata kuliah Agama Islam waktu Semester 1 S1 dulu, selain  pertanyaan tentang tradisi Ilmiah dalam Islam, serta Demokrasi dalam Islam, pertanyaan lainnya adalah tentang fenomena sekularisme. Berikut jawaban yang sempat saya tulis, saya bagi ke pembaca sekalian, walaupun pendek, semoga membawa manfaat. :)

Pertarungan antara nilai-nilai agama dan nilai-nilai sekuler memang semakin nyata belakangan ini, saya sebagai mahasiswa tidak akan bersikap kompromistis dalam menghadapi nilai-nilai sekuler, sebab sesungguhnya Islam merupakan agama yang sempurna,
di dalamnya telah diatur segala macam yang berkaitan tentang manusia. Dalam Islam telah diatur tentang hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan lingkungannya. Jadi sudah seharusnyalah kita hanya menggunakan nilai-nilai agama tanpa sedikitpun menerima nilai-nilai non-Agama (sekuler).

Allah telah memberitahukan kita dalam Al-Qur’an bahwa kita harus menjalankan nilai-nilai agama secara penuh tanpa ada kompromi, sebagaimana tertera dalam Q.S. An nisaa’ ayat 150 dan 151;
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. kami Telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.”

Jadi jelas kita jangan sampai bersikap kompromistis terhadap nilai-nilai non-agama (sekuler). Kita harus benar-benar menghilangkan nilai-nilai sekuler tersebut dari kehidupan kita, dengan kata lain kita harus mengisolasi diri dari nilai-nilai sekuler karena sesungguhnya nilai-nilai sekuler tersebut sangat berbahaya karena akan menjauhkan kita dari nilai-nilai agama yang luhur dan diridhoi Allah.



Artikel Terkait:
  1. Tradisi Ilmiah dalam Islam
  2. Islam dan Demokrasi
  3. Awas Sekularisme
  4. Sebab Utama Kelalaian dalam Beragama 


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: