Kategori , , , ,

Diskusi tentang Kromosom Raksasa

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang Pengamatan Kromosom Raksasa pada Drosophila melanogaster.

Pada pembahasan kali ini dibahas mengenai beberapa pertanyaan yang mungkin muncul setelah melakukan pengamatan kromosom raksasa pada lalat buah [Drosophila melanogaster]. Berikut diskusinya, untuk diskusi lebih lanjut, silahkan di komentar. :)















  1. Mengapa kromosom pada Drosopila melanogaster disebut kromosom raksasa?
    Bagaimana proses terbentuknya?
    Kromosom ini disebut sebagai kromosom raksasa atau giant cromosome karena ukuran fase interfase kromosom tersebut lebih panjang daripada kromosom pada masa metaphase sehingga kromosom ini dapat dilihat (pada fase interfase) dimana pada kondisi tersebut semua kromosom lain tidak terlihat.
    Kromosom raksasa dibentuk oleh peristiwa endomitosis, yaitu suatu replikasi yang menghasilkan banyak kromosom yang tidak terpisah satu dengan yang lain.
  2. Pada instar keberapa Drosopila melanogaster yang digunakan? Kenapa?Drosopila melanogaster yang digunakan berada dalam instar 3, karena pada instar ini kromosom raksasa dapat diamati secara maksimal.
  3. Bagaimana struktur kromosom raksasa? Lengkapi dengan gambar!Pada dasarnya struktur kromosom raksasa tidak berbeda dengan kromosom biasa, perbedaannya hanyalah pada ukurannya yang jauh lebuh besar. Hal ini dikarenakan peristiwa endomitosis. Ciri khas dari kromosom raksasa adalah terdapat garis-garis pita gelap dan pita terang yang tersusun teratur berselang-seling.









    Sumber: http://www.ucsf.edu/sedat/polytene_chrom.ht

  4. Apa makna pita gelap dan pita terang pada kromosom raksasa dipandang dari struktur dan fungsinya?
    Menurut Kimball (1990), pita terang pada kromosom raksasa ini merupakan eukromatin dengan lilitan renggang. Sedangkan pita gelap merupakan heterokromatin dengan lilitan yang padat dan dapat mengalami kondensasi.
  5. Apa fungsi larutan NaCl 0.9% dalam prosedur pengamatan kromosom raksasa?Larutan NaCl 0,9% berfungsi untuk menjaga keadaan preparat agar tetap segar, sebagaimana kita ketahui bahwa larutan NaCl bersifat isotonis dengan cairan tubuh.
  6. Apa fungsi larutan FAA dalam prosedur pengamatan kromosom raksasa?Larutan FAA berfungsi untuk menghentikan aktifitas pembelahan dan mempertahankan keadaan sel seperti saat membelah.
  7. Apa fungsi larutan Acetocarmin dalam prosedur pengamatan kromosom raksasa?Larutan Acetokarmin berfungsi sebagai pemberi warna pada kromosom, sehingga kromosom dapat dengan mudah diamati.
  8. Apakah fungsi kromosom raksasa sama dengan fungsi kromosom biasa? Secara umum fungsi dari kromosom raksasa tetap sama dengan kromosom pada umumnya, yang membedakan antara keduanya hanyalah strukturnya yang disebabkan oleh proses pembenukannya.
  9. Selain pada kelenjar ludah pada jaringan mana saja dapat ditemukan kromosom raksasa?Selain pada kelenjar ludah Drosopila melanogaster kita juga dapat menemukan kromosom raksasa ini pada sel-sel perawat pada ovarium, sel folikel yang mengelilingi oosit, sel-sel lemak, sel usus dan histoblas abdominal.

    Sumber-sumber:
        Anonim. Tanpa tahun. Polytene Chromosome, (Online), (www.ucsf.edu/sedat/polytene_chrom.html, diakses tanggal 10 Maret 2007). Anonim. Tanpa tahun. Polytene Chromosome, (Online), (http://en.wikipedia.org/wiki/Polytene_chromosome, diakses tanggal 10 Maret 2007)Anonim. Tanpa tahun. Polytene Chromosome, Endoreplication and Puffing, (Online), (http://www.sdbonline.org/fly/aimorph/puffing.htm, diakses tanggal 10 Maret 2007)Anonim. 1994. Polytene Chromosomes from Salivary Glands, (Online), (http://www.woodrow.org/teachers/bi/1994/polytene_chromosomes.html, diakses tanggal 10 Maret 2007).
                   Corebima, A.D. 1994. Genetika. Malang: UM
    Gardner, E.J, dkk. 1991. Principles of Genetics. New York: John Wiley and Sons, Inc.
                   Kimball, W, John. 1990. Biologi Jilid I. Jakarta: Erlangga
         Manning, Gerard. 2006. A Quick and Simple Introduction to Drosophila melanogaster, (Online), (www.ceolas.org/fly/intro.html, diakses tanggal 10 Maret 2007)

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: