Artikel-artikel Biologi

Blog ini berisi berbagai artikel tentang biologi. Klik untuk melihat daftar isi seluruh artikel biologi di blog ini.

Artikel Islami

Blog ini juga berisi berbagai artikel tentang keislaman dan dunia Islam. Klik slide ini untuk mengakses konten islami.

Tentang Penulis

Setelah membaca blog ini dan Anda ingin diskusi lebih lanjut, hubungi langsung penulis. Temukan profil dan kontak serta social network account penulis, dengan mengklik slide ini.

Downlod

Download e-book atau artikel blog ini yang sudah berupa pdf.

IqbalAli.com versi Internasional

Klik slide ini untuk mengakses blog IqbalAli.com berbahasa Inggris.

Kategori , , ,

PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan)

Sampai saat ini, para penggiat pendidikan selalu berusaha untuk mengembangkan metode-metode dan model-model pembelajaran yang baik dan efektif untuk dapat  membantu guru daam menyampaikan ilmu-imunya kepada siswanya. Pengebangan ini telah dilakukan sejak dulu hingga sekarang secara kontinyu dan terus menerus, mengikuti perkembangan teknologi dan juga permasalahan-permasalahan yang timbul dalam dunia pendidikan.

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dianggap bagus dan  layak untuk diterapkan dalam proses pembelajaran adalah PAIKEM, singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Di era kontemporer ini, PAIKEM sangat dianjurkan mengingat semakin kompleksnya permasalahan di dunia pendidikan dan juga besarnya tuntutan yang dibebankan kepada guru dalam menyukseskan pembelajaran di sekolah ataupun  para dosen di universitas.

Pelatihan-pelatihan tentang PAIKEM-pun juga telah banyak diadakan dalam rangka meningkatkan kualitas guru/dosen. PAIKEM kini telah menjadi salah satu bagian dari usaha sebuah unit pendidikan dalam meningkatakan kualitas pembelajarannyaSelain itu, yang paling mendasar tujuan  penerapan PAIKEM adalah agar siswa-siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, lebih enjoy dalam belajar dan tentu saja menjadi lebih bisa menyerap materi pembelajaran yang diberikan. Dapat dikatakan, intinya penerapan PAIKEM merupakan hal yang sangat penting dan harus dipahami dengan baik oleh semua guru serta harus dapat diterapkan secara benar.
 Namun pada kenyataanya, belum semua guru ataupun para penggiat pendidikan memahami dengan sebenarnya pendekatan PAIKEM ini, oleh sebab itu, saya mencoba membantu untuk memberikan pemahaman tentang PAIKEM yang lebih konprehensif dan mudah untuk dipelajari melalui artikel berikut.
  •   Pengertian PAIKEM
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.

Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.
Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.
Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi.
Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa
Siswa tidak memungkiri metode “PAIKEM = pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan” merupakan metode yang sangat mengerti dan memahami kondisi siswa. bagaimana guru menyampaikan materi merupakan penilaian utama siswa, seorang guru mempunyai wawasan yang luas akan tergambar dengan cara bagaimana seorang guru menyampaikan pembelajaran di kelas, fokus terhadap materi dan penyampaian yang mudah dimengerti oleh siswa. peduli terhadap siswa dan tidak pilih-memilih (diskriminatif), performance yang menarik serta bisa dijadikan partner dalam berdiskusi dan berkeluh kesah merupakan sekian banyak kriteria yang siswa sampaikan jika seorang guru ingin menjadi favorit di mata siswa (Herman, 2008). 
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan PAIKEM
a.         Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat, anugerah Tuhan, tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud
b.        Mengenal anak secara perorangan
Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Efektif dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal.
c.  Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang
d.        Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah
Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).
e.       Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
 Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAIKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.
f.    Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
 Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram
g.        Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka
h.             Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental
Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAIKEM. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAIKEM’ (Agustina, 2008).
  •     Mengapa PAIKEM perlu diterapkan?
 Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah mengajar dengan pembelajaran yang aktif inovatif kreatif dan menyenangkan (PAIKEM). Banyak metode mengajar yang dapat di “paikemkan” sebenarnya. Terserah gurunya mengajar dengan model, metode, strategi apa, tapi dalam melaksanakan di kelas guru melakukannya dengan paikem. Di era globalisasi sekarang mestinya guru dapat mengajar dengan lebih menyenangkan, dan tidak zamannya guru mengajar jaim dan jumawa, sok menjaga wibawa, memperlihatkan performance sedemikian rupa sehingga siswa akan sangat segan (baca:takut) kepadanya, (jangankan menegur dengan sopan melirik saja mungkin siswa tidak berani), saya pikir sekarang siswa justru lebih menghargai kepada guru yang bersahabat, ramah, dan tentu saja akan lebih sangat dihargai lagi jika guru tersebut cerdas dalam bidangnya dan cerdas dalam mengelola kelas. Bagaimana caranya guru bisa membuat siswa tertarik untuk belajar dengannya dan akan ‘rindu’/menanti –nanti datangnya jam belajar pelajaran itu lagi. Tidak malah sebaliknya siswa akan sakit perut jika mengingat akan bertemu dengan pelajaran dan guru tersebut
Pada dasarnya belajar mengajar merupakan suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru, tetapi melibatkan berbagai kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan, bila menginginkan hasil belajar yang lebih baik. Belajar pada intinya tertumpu pada kegiatan memberi kemungkinan kepada siswa agar terjadi proses belajar yang efektif agar dapat mencapai hasil yang sesuai tujuan.
Dalam sejarah pendidikan di negara kita, dalam kurun waktu yang lama pendidikan digunakan “penguasa” untuk melestarikan sistem dan nilai yang menguntungkan mereka. Cukup lama siswa dibuat menjadi korban untuk menjadi “yes people”, manusia penurut. Dalam filsafat klasik itu, siswa dianggap orang yang belum tahu apa-apa dan mereka harus diberitahu oleh guru. Dampaknya sistem pembelajaran lebih menekankan guru yang aktif dan siswa pasif menerima (Suparno, 1997).

Sebaliknya menurut filsafat kontruktivisme, pengetahuan itu merupakan bentukan siswa yang sedang belajar. Dalam hal ini guru tidak dapat memaksakan “pengetahuannya” kepada siswa. Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana membantu siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan mereka dan bukan bagaimana memaksa siswa menerima segala sesuatu yanag diinformasikan oleh guru. Dalam pendekatan ini, yang penting bagaimana siswa menggeluti bahan, mengolah, menganalisis, dan merumuskannya. Pendekatan seperti ini disebut pendekatan ketrampilan proses dengan prinsip student active learning. Dalam hal ini Slavin (1994) menyebutkan bahwa “ Learning is much more than memory for student to really understand and be able to apply knowledge. They must work to solve problems, to discover things for themselves, to wrestle with ideas”. Menurut teori ini dalam belajar siswa tidak hanya menghafal tapi harus memahami (Agustina, 2008).

  •     Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran
 Menurut Ramadhan (2008), secara garis besar, penerapan PAIKEM dalam pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut:
a.         Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
b.        Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
c.         Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
d.        Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
e.         Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian.
Kemampuan Guru
Kegiatan Belajar Mengajar
Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran
Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya:
·         Percobaan
·         Diskusi kelompok
·         Memecahkan masalah
·         Mencari informasi
·         Menulis laporan/cerita/puisi
·         Berkunjung keluar kelas
Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam.
Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya:
·         Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri
·         Gambar
·         Studi kasus
·         Nara sumber
·         Lingkungan
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan
Siswa:
·         Melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancara
·         Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri
·         Menarik kesimpulan
·         Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri.
·         Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri.
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan
Melalui:
·         Diskusi
·         Lebih banyak pertanyaan terbuka
·         Hasil karya yang merupakan anak sendiri
Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa
  • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)
  • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.
  • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan.
Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari.
  • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.
  • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari
Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus
  • Guru memantau kerja siswa.
  • Guru memberikan umpan balik.
Pendekatan pembelajaran PAIKEM dapat membawa angin perubahan dalam pembelajaran, yaitu:
a.         Guru dan murid sama-sama aktif dan terjadi interaksi timbal balik antara keduanya. Guru dalam pembelajaran tidak hanya berperan sebagai pengajar dan pendidik juga berperan sebagai fasilitator.
b.        Guru dan murid dapat mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran. Guru dapat mengembangkan kreativitasnya dalam hal: teknik pengajaran, penggunaan multimetode, pemakaian media, dan guru dapat berperan sebagai mediator bagi murid-muridnya.
c.         Murid merasa senang dan nyaman dalam pembelajaran, tidak merasa tertekan sehingga proses berpikir anak akan berjalan normal.
d.        Munculnya pembahasan dalam pembelajaran di kelas.


Sumber:
Agustina, Rahmi. 2008. Mensiasati Injury time Dengan Pembelajaran PAIKEM. http://cittiami.blogspot.com/2008/04/mensiasati-injury-time-dengan.html. Diakses tanggal 8 Februari 2009.
Herman, 2008. Menjadi guru favorit Pilihan Siswa. http://hlasrinkosgorobogor .wordpress.com/2008/11/07/menjadi-guru-favorit-pilihan-siswa/. Diakses tanggal 8 Februari 2009.
Khoiri. 2008. Pembelajaran Kreatif dengan Peraga. http://www.indopos.co.id/ index.php?act=detail_c&id=325101. Diakses tanggal 8 Februari 2009.
Pararaja, Arifin. 2008. Metodologi PAKEM. http://smk3ae.wordpress.com/ 2008/06/26/metodologi-pakem/. Diakses tanggal 8 Februari 2009.
Download PDF makalah lengkap: Makalah 1 PBM. PAIKEM

0 commentar
Kategori , , , , , ,

Plasmid dan Episom

Dalam pembahasan tentang teknik-teknik bioenginering pastinya kita sering mendengar istilah-istilah macam plasmid dan episom, sesungguhnya apa dn bagaimana sih plasmid itu, baca terus artikel berikut.
Dalam artikel ini, secara ringkas akan Anda dapatkan informasi berikut:
  • plasmid merupakan molekul DNA tambahan atau elemen DNA ekstrakromosomal.
  • Episom merupakan unsur-unsur genetik bebas yang telah dapat berkembang dalam sel bakteri baik dalam keadaan autonom (menggandakan diri dan dipindahkan tanpa bergantung kepada kromosom bakteri) maupun pada keadaan terintegrasi (melekat pada kromosom bakteri, berperan serta bersamanya dalam rekombinasi genetika dan dipindahkan bersama kromosom bakteri tersebut.
  • Baik Plasmid maupun episom memiliki fungsi yang penting dalam penelitian genetika maupun dalam perekayasaan gen.
  • Plasmid memiliki struktur yang sama dengan DNA kromosom yang terdiri atas gen-gen yang mengkodekan sifat tertentu seperti resistensi terhadap antibiotik dan sebagainya.
  • Plasmid memiliki bentuk sirkular untai ganda (umumnya), sirkular untai tunggal seperti pada bakteri gram positif dan berbentuk linier seperti pada genus Borellia dan Streptomyces.
  • Plasmid melakukan replikasi sendiri dan memiliki dua tipe yaitu plasmid berukuran kecil (kurang dari 10 kb) dan terdapat dalam kopian berganda di dalam sel dan plasmid F yang berukuran lebih besar (lebih besar dari  30 kb; plasmid F sendiri berukuran 100 kb). Plasmid ini hanya memiliki satu atau dua kopian per sel. Plasmid F ini juga dikenal dengan plasmid konjugativ karena dapat ditransfer dari satu sel ke sel yang lain atau dapat menggabungkan dirinya ke dalam kromosom.
 
Untuk penjelasan lebih lanjut dan lebih detailnya sebagai berikut;
  • Pengertian Plasmid dan Episom
  • Pengertian Plasmid
Secara gamblang, Dale & Park (2004) menyebutkan bahwa plasmid merupakan molekul DNA tambahan atau elemen DNA ekstrakromosomal. Dalam Garner (1991) diterangkan bahwa plasmid merupakan replicon (sebuah unit dari materi genetik yang mampu melakukan replikasi secara mandiri) yang diwariskan secara stabil (dipertahankan tanpa seleksi tertentu) dan berada di luar kromosom (extra-chromosomal).

Plasmid hanya dimiliki oleh organisme prokariot dan tidak dimiliki oleh organisme eukariot. Namun karena plasmid merupakan DNA ekstrakromosomal, maka kromosom otonom seperti pada mitokondria dan kloroplas pada sel eukariot sebagian menganggap itu merupakan plasmid karena kromosom sebenarnya terdapat pada inti. Plasmid bakteri secara umum berada di dalam sel sebagai molekul DNA sirkular dengan penyesuaian yang sangat rapi, berkaitan dengan bentuk supercoil dari DNA. Pada beberapa kasus, plasmid merupakan molekul yang sangat kecil dengan panjang hanya beberapa kilobasa, tetapi pada beberapa organisme, khususnya genus Pseudomonas plasmid berukuran lebih dari beberapa ratus kilobasa.

  • Pengertian Episom
Selain plasmid, yang akan dibahas pada makalah ini adalah episom. Episom merupakan unsur-unsur genetik bebas yang telah dapat berkembang dalam sel bakteri baik dalam keadaan autonom (menggandakan diri dan dipindahkan tanpa bergantung kepada kromosom bakteri) maupun pada keadaan terintegrasi (melekat pada kromosom bakteri, berperan serta bersamanya dalam rekombinasi genetika dan dipindahkan bersama kromosom bakteri tersebut) (Hakim, 2010).

Pengertian di atas diperkuat oleh Garner (1991) yang menyebutkan bahwa episom merupakan elemen genetik yang memiliki dua alternatif cara replikasi. (1) sebagai bagian yang terintegrasi dalam kromosom utama dan (2) sebagai elemen genetik autonom yang independen (berdiri sendiri) dari kromosom utama.

Dalam kamus britanica terdapat informasi tambahan bahwa dalam konjugasi bakteri, sel bakteri  yang memiliki episom bertindak seolah-olah sebagai ‘pejantan’nya, sebab di dalam proses tersebut terjadi transfer episom atau episom beserta gen yang ditempelinya ke sel yang lain.

  • Perbedaan Antara Plasmid dan Episom
Antara plasmid dan episom tidaklah sama, terdapat sebuah perbedaan mendasar diantara keduanya. Dalam Wiki.Answer (sebuah forum diskusi ilmiah di internet) menyimpulkan bahwa perbedaan antara plasmid dan episom sebagai berikut; Plasmid merupakan molekul DNA ekstra kromosom, plasmid tidak dapat bergabung dengan DNA kromosom, dan  plasmid berisi informasi genetik yang diperlukan untuk replikasi plasmid itu sendiri. Sedangkan episom adalah setiap jenis DNA ekstra-kromosom yang dapat berhubungan dengan DNA kromosom. Episom biasanya lebih besar dari DNA ekstra-kromosom lainnya. Contoh episom adalah virus, karena mereka mengintegrasikan materi genetik mereka ke dalam DNA kromosom inang dan bereplikasi bersama dengan replikasi DNA kromosom inangnya.

  • Fungsi Plasmid dan Episom
Sebagai komponen genetik extrakromosomal, plasmid memiliki beberapa peranan yang cukup penting, baik bagi bakteri yang memiliki plasmid itu sendiri maupun bagi penelitian di bidang genetika. Dale dan Park  (2004) menyebutkan bahwa plasmid menyediakan sebuah dimensi ekstra yang penting terhadap fleksibilitas respon organisme terhadap perubahan lingkungan, baik perubahan itu bersifat antagonis atau berlawanan (misalnya kehadiran antibiotik) maupun yang berpotensi menguntungkan atau baik, misalnya ketersediaan substrat baru.

Beberapa kegunaan plasmid yang lain bagi bakteri seperti: produksi protein yang berfungsi sebagai zat antimikrobial untuk melawan organisme bakteri yang saling berdekatan misalnya Colicin yang diproduksi oleh E. Coli strain tertentu  untuk membunuh bakteri E. Coli yang lain; plasmid membawa sifat virulensi bagi bakteri; bakteri-bakteri tertentu seperti Agrobacterium tumefaciens membawa plasmid yang disebut TI (Tumor Inducing) yang bersifat patogen yang menyebabkan tumor pada tumbuhan  dan Rhizobium yang membentuk nodul pada akar kacang-kacangan yang berguna untuk fiksasi nitrogen dikontrol oleh gen-gen yang dibawa oleh plasmid. Selain itu juga, plasmid membawa gen-gen yang digunakan oleh beberapa bakteri dalam aktivitas metabolisme seperti fermentasi laktose dan proses biodegradasi dan bioremidiasi.

Secara umum, plasmid memiliki peran penting di dalam menberikan kemampuan adaptif yang kuat bagi bakteri. Sesuai dengan sifat plasmid yang dapat keluar atau masuk ke dalam sel bakteri, hal ini memungkinkan bakteri dapat memiliki sifat-sifat genetik dan juga sifat-sifat metabolis yang menguntungkan pada kondisi lingkungan yang baru.

Dari segi penelitian genetika, plasmid telah lama dikenal sebagai vektor dalam teknik rekayasa genetika. Contoh yang cukup popular adalah bakteri penghasil insulin, bakteri ini dihasilkan dengan menanamkan plasmid yang telah di modifikasi dengan disisipi gen pengkode insulin, dengan memiliki plasmid tersbut, bakteri itu mampu memproduksi insulin. Selain itu masih banyak contoh-contoh lain terkait manfaat plasmid di bidang penelitian genetika.

Sedikit berbeda dengan pada plasmid, umumnya episom justru merugikan sel inang, terutama jika episome tersebut merupakan virus. Sebagaimana kita ketahui pada daur replikasi virus, saat materi genetik virus tersebut masuk ke dalam sel inang dan segera menyisip pada kromosom inti kemudian mengambil kendali sel inang sehingga akhirnya membentuk virion-viron baru. Tentu saja proses ini merugikan bagi sel inang, apalagi jika daur tersebut berakhir dengan lisisnya sel inang.

Namun beberapa episom virus ternyata diketahui dapat berada dalam kondisi dorman (viral episomal latency), sebagaimana yang disebutkan di dalam wikipedia (2011) bahwa viral episomal latency merupakan kondisi dimana materi genetik virus yang telah masuk ke dalam sel inang, hanya melayang-layang (floating) di dalam sitoplasma sel inang. Dalam kondisi ini episom virus tersebut tidak memberikan bahaya yang serius bagi sel inang.

Dalam bidang rekayasa genetika, episome memberikan manfaat yang cukup besar. Seperti halnya plasmid episom seringkali digunakan untuk menyuntikkan gen-gen tertentu ke dalam kromosom sel target sehingga, dengan demikian sel target akan memiliki sifat-safat yang dibawa gen tadi. Dalam hal ini, penggunaan episom memberikan hasil yang sedikit berbeda dengan plasmid, dimana gen yang disuntikkan akan bergbung bersama pada DNA utama pada sel target.
  • Struktur Serta Replikasi Plasmid dan Episom
Plasmid memiliki bentuk sirkular dan melakukan replikasi sendiri. Plasmid berada di dalam sel dan replikasinya seperti replikasi DNA seluler. Plasmid merupakan DNA yang membawa sejumlah gen. sedikit berbeda dengan plasmid, episom merupakan materi genetik ektra kromosomal yang dapat menyisip pada kromosom utama sel induk. Secara struktur episom bergabung dan menyatu dengan kromosom sel induk. Ilustrasi struktur plasmid dan episom dapat dilihat pada gambar berikut;
Gambar   Ilustrasi struktur plasmid dan episom.(

Sebagai perwakilan dari prokariot, di dalam makalah ini akan di fokuskan pada plasmid yang ada pada E.Coli. Plasmid pada E.Coli terdiri atas dua tipe yaitu tipe pertama disebut ColE1 berukuran relatif kecil (kurang dari 10 kb) dan terdapat dalam kopian berganda di dalam sel (Gambar 2.1a,b). Kelompok plasmid kedua digolongkan ke dalam plasmid F yang berukuran lebih besar (lebih besar dari  30 kb; plasmid F sendiri berukuran 100 kb). Plasmid ini hanya memiliki satu atau dua kopian per sel (Gambar 2.2). Plasmid ini juga dikenal dengan plasmid konjugatif.

Replikasi plasmid tipe pertama tidak berhubungan dengan proses replikasi kromosomal dan pembelahan sel (oleh sebab itu memiliki jumlah kopian yang banyak), meskipun ada beberapa pengontrol dalam replikasi plasmid. Sedangkan plasmid tipe kedua, replikasinya dikontrol dengan cara yang sama seperti pada kromosom. Karenanya, ketika kromosom diinisiasi untuk bereplikasi, maka replikasi plasmid ini pun akan terjadi. Oleh karena itu plasmid tipe ini tidak bisa diamplifikasi (perbanyakan).
Gambar   Struktur plasmid ColE1. imm: gen untuk memproduksi colicin E1 dan imunitasnya; mob: gen yang mengkode nuklease untuk mobilisasi; rom: gen yang mengkode protein yang dibutuhkan untuk efektivitas jumlah kopian; oriT: origin of conjugal tansfer; oriV: origin of replication. (Gutman, 2004)




 

 Gambar   Plasmid tipe 1, plasmid dengan jumlah kopian berganda dengan pembagian acak.

 Gambar  Plasmid tipe 2, plasmid dengan jumlah kopian sedikit dengan pembagian terarah.

Model replikasi plasmid sama dengan kromosom (Gambar 2.3). Banyak plasmid direplikasi sebagai molekul sirkular untai ganda. Replikasi dimulai dari titik yang disebut oriV (vegetative origin, yang membedakannya dengan titik transfer konjugative yaitu oriT) dan prosesnya berasal dari titik ini dalam satu maupun dua arah secara simultan sampai seluruh lingkaran dikopi.

Gambar   Model replikasi plasmid untai ganda. Replikasi dimulai dari titik awal replikasi yaitu oriVI dan diakhiri pada titik akhir replikasi yaitu oriT.

            Replikasi pada plasmid untai tunggal terjadi pada beberapa bakteri seperti bakteri gram positif yang memiliki plasmid untai tunggal. Model replikasi plasmid untai tunggal dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar  Model replikasi plasmid untai tunggal. Berawal dari untai tunggal yang disebut untai (+) disitensis untai komplementer yaitu untai (-) membentuk untai ganda (formasinya disebut RF). Dari bentuk RF kemudian disintesis kopian plasmid untai tunggal. Siklus berlanjut dan membentuk untai tunggal berikutnya.

Plasmid juga memiliki bentuk liner seperti yang dicirikan pada beberapa genus bakteri yaitu Borrelia dan Streptomyces. Gambar berikut menjelaskan bagaimana replikasi plasmid linier pada Borrelia.

Gambar  Model replikasi plasmid linier pada Borrelia. Replikasi berawal dari bagian oriC (origin of replication central) membentuk struktur dimerik sirkular. Struktur dimerik sirkular dipotong, sehingga menghasilkan satu plasmid linier yang baru.
Gambar Integrasi dan pemotongan plasmid F. Integrasi terjadi melalui rekombinasi dengan bagian kromosom (a-c). Pemotongan akurat terjadi pada bagian yang sama, tetapi rekombinasi dengan bagian kromosom yang berbeda menghasilkan penggabungan DNA kromosom (pada kasus ini gen lac) ke dalam plasmid (d-e) membentuk sebuah plasmid F’ dan menyebabkan delesi kromosom.

Sumber:
Anonim 1. Wiki Answer Forum. (Online) http://wiki.answers.com/Q/What_is_the_difference_between_plasmid_and_episomes. Diakses 6Februari 2011.
Britanica. Britannica Concise Encyclopedia. (Online) http://www.answers.com/library/Britannica%20Concise%20Encyclopedia-cid-27152. Diakses 6 Februari 2011.
Dale, J.W. & Park, S.F. 2004. Molecular Genetics of Bacteria, 4th Edition. UK: John Wiley & Sons Ltd.
Gardner, E.J., dkk, 1991. Principle of Genetics. Engle Offs New Jersey: Prentice Hall Inc.
Guttman, B.,Griffiths, A.,Suzuki, D. & Cullis, T. 2004. Genetics, a Beginners Guides. UK: Oneworld Publications.
Hakim. 2010. Gen. (Online) http://alhakimslank.blogspot.com/2010/11/gen.html. Diakses tanggal 6 Februari 2010.
Wikipedia. 2011. Virus Latency. (Online) http://en.wikipedia.org/wiki/Virus_latency. Diakses tanggal 6 Fabruari 2011.

Untuk Download PDF makalah lengkap, klik: Makalah 2 gen. Plasmid_Episom








0 commentar
Kategori , , , ,

Cara Kerja Urinalisis (Analisis Kemih)


Melanjutkan dari artikel sebelumnya tentang Urinalisis (lihat di sini) dan menjawab beberapa pertanyaan yang menanyakan mekanisme urinalisis, berikut saya cantumkan bagaimana cara-cara / mekanisme dalam analisis urin:
  • Analisis fisik – Warna
  1. Mengumpulkan urin di gelas bening
  2. diamati warnanya (putih bening, kuning bening, kuning pekat, kuning keruh dll)
  • Anlaisis fisik – Berat Jenis
  1. Memasukkan urin ke dalam tabung besar
  2. memasukkan urinometer (hidrometer) ke dalam tabung tersebut
  3. mencatat skala yang ditunjukkan oleh urinometer setelah alat tersebut stabil menunjuk angka
  • Analisis Fisik – pH
  1. Mengukur secara langsung menggunakan lakmus atau menggunakan pH meter
  • Analisis Kimia – Glukosa
    1. Mencampurkan 8 tetes urine dengan 5 ml larutan benedict ke dalam sebuah tabung reaksi
    2. Meletakkan tabung tersebut di dalam air mendidih selama 5 menit
    3. Setelah 5 menit,mengamati warna campuran yang didapatkan dengan daftar perbandingan warna
    4. Membandingkan warna yang dihasilkan dengan warna yang normal
  • Analisis Kimia – Reagen Millon
  1. Memasukkan urine ke tabung sebtrifuge, kemudian dipusingkan selama 15 menit
  2. Memasukkan 3 ml supernatan urine ke dalam tabung reaksi
  3. Meneteskan 5 tetes reagen millon
  4. Dilihat warna larutan. Apabila mengandung protein larutan akan berwarna lembayung
  • Analisis Kimia – Pigmen Empedu
  1. Memasukkan urine ke dalam tabung reaksi sampai separo tabung
  2. Mengocok tabung dengan baik dan cepat
  3. Mengamati buih yang dihasilkan dari kocokan tersebut
  4. Adanya buih berwarna kuning menunjukkan adanya pigmen empedu
  • Analisis Mikroskopik
  1. Memasukkan urin pada tabung sentrifuge, dan lakukan sentrifuge
  2. Mengambil endapan urine pada dasar tabung sentrifuge dengan pipet tetes
  3. Meneteskan pada kaca benda kemudian ditutup dengan menggunakan kaca penutup
  4. Memeriksa di bawah mikroskop, dan dicocokkan dengan gambar, apakah ada zat-zat seperti pada gambar.
selamat mencoba……..

0 commentar
Kategori , ,

Tadabur: Tour de Sumber Maron

Dalam posting kali ini, saya ingin mengajak pembaca sekalian untuk jalan-jalan ke Sumber Maron, kompleks pemandian alami dengan sumber air alami dan arus yang deras di tengah kompleks persawahan. Sebenarnya kejadian kami main-main kesana sudah lama, yaitu sekitar bulan februari kemarin, namun baru sekarang saya sempat menuliskannya dan berbagi dengan anda sekalian.

Baik, kita mulai dengan deskripsi situs sumber maron itu sendiri. Sumber maron terletak di desa Karangsuko Kecamatan Pgelaran Malang, kira 1 KM dari rumh saya (hoho, penting g sih), merupakan sebuah situs pemandian alami yang sampai saat ini masih digunakan oleh warga sektar untuk mandi, cuci dll, terutama setelah mereka pulang bekerja dari sawah. Memang lokasi sumber maron ini sendiri terletak di tengah-tengah kawasan persawahan.

Sumber Maron meupakan mata air dengan air yang sangat jenih dan sangaaaat segar, tidak hanya itu, mata air dari sumber maron inimuncul dari bebatuan yang sangat indah ketika dilihat. Tidak hanya itu, aliran air di sumber maron inipun cukup deras sehingga sangat menyenangkan berenag-renang disana. Dari segi landscape lokasi pemandian alami sumber maron ini juga unik, mulai dari daerah dangkal dan daerah yang cukup dalam tersedia. 
 
 
Sumber Maron merupakan sebutan yang diberikan oleh masyarakat sekitar untuk sebuah mata air di kompleks tersebut, dari informasi yang saya terima terdapat dua fersi asal mula sebutan sumber maron, pertama menyatakanbahwa dulu mata air tersebut muncul dri sebuah maron (alat dapur) yang dibuang di sana, versi lain menyatakan sebutan tsb karena bentuk genangan air di area tersebut menyerupai maron.

0 commentar
Kategori , ,

Model Pembelajaran: Team Tournament Review Horay

Setiap model pembelajaran memiliki sintaks tersendiri dalam penerapannya, apa jadinya jika kita menggabungkan sintaks dua atau lebih model pembelajaran? maka yang akan terjadi adalah… (jeng-jeng-jeng) ya’… suatu model pembelajaran baru. Demikian pula yang akan saya bagi dalam tulisan ini yaitu model pembelajaran Team Tournament Review Horay (T2RH) yaitu model pembelajaran hasil penggabungan antara TGT (Team Game Tournament) dan CHR (Course Review Horay). Model ini saya susun demi menunaikan tugas PPL di kelas adek-adek S1 matakuliah TBE (Teaching Biology in English) Biologi Unviersitas Negeri Malang.

Inovasi dalam model pembelajaran mutlak diperlukan untuk memberikan ‘unforgetable learning experience’ kepada siswa, sehingga kegiatan belajar di sekolah maupun di kampus menjadi sesuatu yang selalu ditunggu-tunggu oleh peserta didik. Dengan model pembelajaran yang asyik menarik dan efektif, guru/dosen juga akan menjadi sosok yang selalu dinantikan oleh siswa.

Berikut RPP yang menunjukkan sintaks T2RH di atas:

Lesson Plan
Teaching Biology in English
Material                      : Unit 3.18 : Tenses
Time allocated          : 2 x 50 minutes
Teacher Model          : Mochammad Iqbal
Class/Offering           :  A/A
Department                : Education of Biology University of Malang
__________________________________________________________________
I.    Standard of competence  : Handling the class
II.   Basic competence             : Managing the class
III.  Indicator                        
  1. COGNITIVE
    1. Pupils discussing how to use right tenses when they practice to teach biology in English
    2. Pupils can determining the different between each tenses
    3. Pupils can mention the expresses time on each tenses
  1. PSYCHOMOTOR
Pupils perform the task that chosen by them
  1. AFFECTIVE
  2. Character:
  3. Careful
  4. Responsibility
  5. Sensitivity to environment
    1. Social ability
      1. Asking
      2. Communicate
      3. Discuss
      4. Participate
      5. Tolerance
IV. Lesson purpose: 
  1. COGNITIVE
    1. Make pupils to discuss how to use right tenses when they practice to teach biology in English
    2. Make pupils can determining the different between each tenses
    3. Make pupils can mention the expresses time on each tenses
  1. PSYCHOMOTOR
Make pupils can perform the task that chosen by them
C.   AFFECTIVE
1.  Character:
Make pupils have an ability to join the lesson and show characters careful, responsible to their job, and sensitivity to their environment
2.  Social ability:
Make pupils can join the lesson well, and they can show their social ability such as Asking, Communicate, Discuss, Participate, and Tolerance.
  1. V.    Teaching material
  • Tenses
VI.  Learning model:
Team Tournament Review Horay
(The combination learning method between Team Game Tournament (TGT) and Course Review Horay (CRH) J.
Steps:
  1. Telling the competences
  2. Material presentation
  3. Grouping
  4. Game tournament that using question cards (question number)
  5.  Pupil choose the number that represent the question (randomly)
  6. Teacher read the question
  7. Pupils answer, if the answer true, teacher give them score and the group yell “HORAY…” J
  8. Reward for the winner
  9. Reflection n evaluation
VII. Learning process
  1. A.    Preliminary
 
Activities


  • Opening the class by greeting and check the presence of the pupils
  • Asking who abcent today and why?
  • Motivating the pupils by tell a kind of story about ‘Unforgettable Learning Experiences’
  • Playing video about how to make an Unforgettable Learning Experiences
  • Communicate the purpose and the product that they must reach from this lesson

  1. B.     Main Activity
 
Activities


Section 1
  • Teacher giving material presentation: Tenses
Section 2
  • Teacher split the pupils to 2 different group, an odd group and even group
  • Teacher mention the name of the game: ‘O versus X’
  • Teacher explain to the pupils about the rule of the game
  • Making small preparation, and game start
  • Teacher ask one of pupil to pick a question/task number on the box
  • Teacher read the question or task and must be answered by the pupils who choose the question before
  • When the pupil answer was right then all of his/her group member yell “HORAY”, and the teacher give their mark on score board
  • The pupil from different group pick the next question
  • And so on
Section 3
  • Teacher give the pupils a small test about tenses
  • Collect the test paper


  1. C.    Closing

Activities


  • Giving applause and reward to the group that win the game
  • Closing the lesson by playing video about motivation to be never give up and always giving the best .

 
Download:

0 commentar
Kategori , , ,

Brosur sebagai Media Pembelajaran

Ketika mendengar kata brosur mungkin yang pertama kali terlintas di benak kita adalah suatu promosi produk barang atau jasa. Lalu bagaimana kalau brosur dijadikan sebagai media pembelajaran atau bahan ajar? begini jadinya:


Menurut Dharmasraya (2008), bahan ajar merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah.  Melalui bahan ajar guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar.  Bahan ajar dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi ajar yang akan disajikan. Pada pendidikan menengah umum, di samping buku-buku teks, juga dikenalkan adanya lembar-lembar pembelajaran (instructional sheet) dengan nama yang bermacam-macam, antara lain: lembar tugas (job sheet), lembar kerja (work sheet), lembar informasi (information sheet) dan bahan ajar lainnya baik cetak maupun non-cetak. Semua bahan yang digunakan untuk mendukung proses belajar itu disebut sebagai bahan ajar.

Berdasarkan teknologi yang digunakan, bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu bahan cetak (printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, model/maket.  Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film.  Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material)  seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajarn interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials) (Dharmasraya, 2008).

Brosur adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tetapi lengkap tentang perusahaan atau organisasi (Kamus besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua, Balai Pustaka, 1996 dalam Dharmasraya, 2008).   Dengan demikian, maka brosur dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar, selama sajian brosur diturunkan dari KD yang harus dikuasai oleh siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan Kompetensi Dasar tentang menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah perusakan/ pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan ini, ditentukan bahan ajar berupa brosur. Hal ini dikarenakan Kompetensi Dasar tersebut merupakan hal yang sehari-hari dapat dijumpai siswa, sehingga dengan menggunakan brosur karena bentuknya yang menarik dan praktis akan mempermudah siswa dalam belajar. Selain itu, diharapkan ilustrasi dalam brosur akan menambah motivasi dan minat peserta didik untuk menggunakannya dalam belajar.

Artikel ini saya kutip dari makalah tugas penyusunan bahan ajar yang saya susun, untuk  melihat detail rujukan dan download makalahnya lengkapnya, klik: E-book Bahan Ajar Brosur

Berikut adalah contoh beberapa bahan ajar brosur lainnya yang kebetulan saya buat:



Saya pribadi saat mengujicobakan brosur di atas, mendapatkan respon yang positif dari siswa, bahkan ketika PPL dulu, sya juga pernah menerapkan bahan ajar brosur kepada siswa dan tanggapannya sangat bagus, bagi siswa, pemanfaatan brosur sebagai bahan ajar memang cukup berbeda namun justru itulah yang menjadikan mereka antusias, terbukti melalui komentar di angket balikan dari siswa yang menyatakan bahwa mereka merasa penasaran dan senang dalam belajar dibantu dengan brosur, belajar dengan brosur mengasikkan namun juga tetap masuk materinya.

0 commentar